Kamis, 31 Maret 2011

tempat wisata incaran para turis, pulau togean - sulawesi tengah

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, mengalami peningkatan yang cukup pesat. Namun, sayangnya peningkatan itu tidak diikuti fasilitas penginapan yang memadai.

Dalam catatan Himpunan Pramu Wisata Indonesia (HPI) Kabupaten Tojo Una-Una sejak Februari hingga awal Agustus 2009 tercatat tiga ribu turis asing yang berkunjung ke Kepulauan Togean yang persis terletak di Teluk Tomini. Arus kunjungan turis asing ke Togean diperkirakan meningkat pada bulan-bulan mendatang.
Tapi potensi kunjungan wisman di Togean yang terus membeludak tidak diimbangi dengan jumlah penginapan yang memadai, terutama yang ada di wilayah Walea Kepulauan, sehingga sejumah wisatawan terpaksa menginap di atas perahu atau di bawah jembatan dengan membuat tenda.

“Meski tidur dibawah tenda, para turis tersebut sangat menikmati suasana yang alami. Mungkin ini juga yang mereka cari sehingga menginap di bawah jembatan atau di atas perahu,” kilah anggota HPI Touna, Asmad Abdul Aziz, Kamis (20/8).

Di Pantai Kadidiri, Pulau Togean, terdapat tiga penginapan yakni Black Marlin yang memiliki 15 kamar eksklusif, serta Paradise dan Lestari. Pulau Pangempa hanya memiliki Fadilla Cottage. Pulau Batu Daka, Desa Bomba, hanya mempunyai Bomba Recruit, dan Bolilanga Cottage di Pulau Bolilanga, serta Walea Dicer di Wakai Kepulauan. Tanjung Keramat pun cuma memiliki sebuah penginapan yang dikelola warga Italia.

Menurut Asmad, saking antusiasnya turis asing ke Togean, tak jarang membuat sejumlah penginapan penuh sesak. Namun kondisi itu tidak mengurangi minat wisatawan untuk terus berdatangan menikmati kearifan lokal Suku Bajo, panorama alam, dan alam bawah laut Togean. Mayoritas turis ini berasal dari Eropa.

Mereka sedikitnya berada di Togean paling cepat satu pekan. Bahkan ada pula turis asing yang menghabiskan waktu berminggu-minggu. Turis-turis tersebut masuk ke Togean melalui Bunaken, Sulawesi Utara, melewati jalur laut via Gorontalo dengan kapal feri, dan turun di Pelabuhan Walea Kepulauan.

Sedangkan wisatawan yang datang dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan, melewati jalur Poso. Lalu mereka menginap sehari di Ampana, ibu kota Touna, untuk menunggu jadwal kapal kecil yang berangkat ke Togean setiap harinya pukul 10.00 pagi.

Perjalanan laut dengan kapal kayu kapasitas 200 penumpang yang ditempuh selama empat jam tersebut menjadi perjalanan wisata tersendiri, karena penumpang dapat melihat puluhan gugusan pulau dan para nelayan yang memancing.

Girgana, pelancong dari Amerika Serikat, mengaku mendapatkan informasi mengenai obyek wisata Togean dari Internet dan rekan-rekannya yang pernah berkunjung ke Togean. “Panorama di sini sungguh cantik,” ujar Girgana.

sumber :
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/08/20/brk,20090820-193622,id.html

1 komentar:

Ayi Bram mengatakan...

Togean ! huah i wanna go there :*

Poskan Komentar